Jumat, 20 Maret 2015

Mengabdi Ke Kesultanan Demak Bintara

Gema kumandang adzan Zhuhur terdengar lantang dari masjid Agung atau Masjid Jami' Kesultanan Demak Bintara, Tak peduli atasan maupun bawahan, sultan atau rakyat biasa, jika mereka mengaku muslim, maka harus segera bergegas memenuhi suara panggilan adzan untuk menunaikan ibadah shalat fardhu secara berjamaah di Masjid Jami', yang telah dibangun oleh sultan Patah bersama para walisanga. Tak pelak, Sultan Trenggane alias Sultan Syah Alam Akbar 3 pun segera melangkahkan kakinya diikuti para pengawalnya menuju ke masjid Jami'. Begitu pula dengan para nakaya praja serta kaum muslimin rakyat Demak Bintara. Mereka berduyun-duyun hendak menunaikan ibadah Shalat Zhuhur berjamaah di Masjid Jami' yang dinamai oleh Sunan Kudus.


 Meski posisi semua hamba adalah sama disisi Gusti Allah Swt., tetapi bagaimanapun juga ketika Kanjeng Sultan Trenggane berjalan menuju masjid, semua orang membungkukkan  kepalanya sebagai penghormatan kepada Raja Demak. Setelah memasuki masjid pun, sang baginda dengan pengawalan ketat para pengawalnya langsung diberikan tempat shaf paling depan.


   Rupanya, diantara para jamaah shalat Zhuhur itu, ada seorang pemuda asing bernama jaka tingkir Sang pemuda berasal dari Desa Tingkir. Ia puntra angkat janda Ki Ageng Tingkir yang hendak mengadu nasib di Kesultanan Demak Bintara. Atas nasihat ibu angkatnya, si Jaka Tingkir diperintahkan untuk menemui uaknya, kiai Ganjur, yang bekerja di lingkungan Kesultanan Demak Bintara. Siapa tahu, melalui perantaraan kiai Ganjur, nasib jaka tingkir dapat berubah. Namun sayang, sudah beberapa hari tinggal di rumah Kiai Ganjur, Jaka Tingkir belum dihadapkan kepada Sultan Trenggane. Tak ayal, ia hanya mengisi waktunya di lingkungan Kesultanan Demak Bintara dengan santai. Selain shalat berjamaah di Masjid Jami', Jaka Tingkir kerap kali hanya duduk melamun di sekitar masjid.


  Takbir pun telah bergema. Sang Imam, sunan Kudus memimpin ibadah jamaah Shalat Zhuhur dengan Khusyuk. Para makmum pun berusaha manjalankan ibadah dengan khusyuk. Dalam menjalankan shalat.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar