"Dulu, ketika masih anak-anak. Saya pernah mencoba main biola. Tapi, waktu saya main, kuping saya nggak tahan dengan permainan saya yang buruk. Saat itu juga, saya sempat putus asa dan langsung berhenti. Akhirnya, saya cuma bisa main piano. Tapi, waktu saya ujian akhir dijerman, saya terpaksa belajar alat musik melodi untuk menentukan harmoni. Saya terpaksa main seruling dan akhirnya lulus pas-pasan, diambang kegagalan. Menurut saya, main musik itu sulit sekali...,'
Tidak mamainkan alat musik sama sekali, tetapi memanfaatkan "perangkat-perangkat" ciptaan Tuhan sehingga bisa menghasilkan bunyi-bunyian. Mulut, bibir lidah, rongga badan, semuanya bisa difungsikan serupa alat musik. Inilah yang dilakukan oleh aku dan teman-temanku. Tidak main-main, untuk bermain musik seperti ini butuh nafas yang panjang."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar