Minggu, 19 April 2015

HANYA MIMPI

Andai ini hanya mimpi..
Tak akan aku terlelap selama ini..
andai bintang masih menemani malam ini..
mungkin hatiku tak sesepi ini..
    Dulu, disinilah awal pertemuan kita..
    Dan disinilah akhir perpisahan kita..
    Tempat ini menjadi sepi, sesepi hatiku..
Kenapa dulu harus ada pertemuan? Kalau akhirnya ada perpisahan..
Kenapa kau dulu membuatku jatuh cinta? Kalau akhirnya ada perpisahan..
    Aku seperti angin..
    Dia selalu ceria dan melihat indahnya dunia..
    Dia tak pernah kesepian. Ataupun menangis..
Air mata ini tak mau berhenti menetes, saat mengucapkan kata perpisahan..

KATA-KATA BUAT SEORANG IBU

Ibu....
Ibu adalah pahlawanku..
Ibu adalah malaikatku..
     Ibu..
Orang satu-satunya yang tahu pertama kali sifatku..
favoritku adalah engkau ibu..
engkau bagaikan teman, sahabat, dll..
Orang yang pertama kali tau aku sedih, senang adalah ibu..
     Ibu..
Terima kasih engkau telah merawatku..
Sampai aku tumbuh sebesar ini..
Engkau merawatku dengan kasih sayang yang tulus..
Tanpamu disini aku tidak bisa seperti ini ibu..
           
             TERIMA KASIH IBU.

Sabtu, 18 April 2015

KATA-KATA BUAT KAMU

Dia ibarat kaca yang berdebu.
jangan terlalu keras membersihkannya
Nanti dia mudah retak dan pecah
Nanti dia mudah keruh dan ternoda

Dia ibarat kaca yang berdebu.
Jangan terlalu lembut membersihkannya
Dia bagaikan permata keindahan
Sentuhlah hatinya dengan kelembutan
Dia sehalus sutra diatas awan
Jagalah hatinya dengan kesabaran.

Lemah lembutlah kesabaran
Namun jangan terlalu memanjakannya
Tegur dia jika dia bersalah
Ingatkan dia jika dia lupa
Namun, jangan kau lukai hatinya.

Kamis, 16 April 2015

Secerah Harapan Ibu

krEeEtt..
terdengar decit pintu yg reot memekakan telinga dikesunyian pagi. udara dingin merayap memasuki celah jendela kamar mungil ini. Terlihat Sesa teman satu asramaku tengah beranjak kekamar mandi untuk melakukan kegiatan yang rutin ia lakukan tepat jam 4 setiap harinya.
Aku trbangun, sembari menunggu Sesa selesai mandi aku membereskan buku2 yg berserakan dilantai bekas belajarku semalam.
Namun tiba2 telingaku terusik, terdengar seperti suara tangis, lirih . Sepertinya asal suara itu dari luar kamar. benar saja, suara itu terdengar semakin keras saat aku keluar. Kupasang telingaku didaun pintu kamar Al.marjan -- tepat samping kamarku ar.roudloh-- seketika kubuka pintu kamar itu, aku tak bisa melihat suatu makhlukpun disana.
Dengan rasa penasaran,tanganku bergerilya mencari saklar tombol lampu.
"Rini kenapa?" tanyaku shok melihat saudara seasramaku terduduk disudut ruang kamarnya.
"gpp mbak" jawabnya terbata
"yg benar? Kok nangis? Cerita coba sama mbak" tawarku menenangkannya.
ia masih terisak.
tak lama ia pun berkata "sholawatan itu !"
ya tuhan, aku baru sadar sedari tadi suara yg berkumandang dari masjid bukan melantunkan ayat suci alquran melainkan sholawat nabi. Dan aku baru sadar itu artinya hari ini tanggal 28 september 2013 kloter pertama keberangkatan haji yg berpusat dimasjid agung Buntet pesantren tepat disamping asramaku.
ia bertutur, orangtuanya pernah meminta dan berharap meski dengan nada canda tetapi masuk dalam kalbu Rini.
"sekarang memang ibu dan bapak nggak bisa menuhin syarat untuk pergi kesana,insya allah ibu doakan semoga salah satu dari anak2 ibu bisa berangkatkan ibu dan bapak disuatu waktu nanti" begitu tutur ibu rini. ia terisak menceritakan semuanya. Anak dari 3 bersaudara itu mengaku ayahnya telah dijemput oleh sang kholik 2 th yg lalu. Kedua kakaknya putus sekolah lantaran ibu rini kualahan membiayai sekolah dan kebutuhan hidup mereka. rini merasa dialah satusatunya harapan mereka saat ini, meski ia bukan berasal dari keluarga berada.
ia kembali terisak. Lama ia menatapku. " beliau sudah mulai berusia, seandainya saya bisa mendaftarkan beliau sekarangpun, beliau akan diberangkatkan 20 th mendatang !! Gimana kalau menunggu saya sampai sukses? Harus berapa lamakah beliau menunggu ???!! tak bolehkah anak dari latar belakang keluarga seperti saya bermimpi dapat melihat rumah suci Allah,? bahkan semata bukan hanya untukku tapi untuk ibu !!!! " kali ini ia menangis tersedu. Aku memeluknya erat.

"astaghfirullah.. Sabar sayang, Allah tak memandang siapapun untuk dapat beribadah kepadanya. Jangan pernah berkata seperti itu, syukuri apa yang Allah berikan sekarang. Ingat firman Allah : "Niscaya jika kalian bersyukur (atas nikmatKu), maka akan Aku tambah (nikmat Ku), dan jika kalian kufur, sesungguhnya siksa Ku sangatlah pedih.(QS.Ibrahim: 7)" bersyukur dan terus bersyukur, yakinlah suatu saat kau akan meraihnya. ingat mantra kehidupan MAN JADDA WAJJADA jika kau rasa belum cukup, masih ada mantra KUNFAYAKUN ! percayalah" tuturku panjang lebar.

ia terlihat sedikit lega. Ku lepaskan dekapanku membiarkan dia mengelap pipinya yg basah. "nah gitu donk hapus airmatanya. Mulai sekarang Rini harus sungguh2 yah, belajar yang rajin biar sukses" aku tersenyum dan menyentil hidung merahnya.

mendengar kumandang adzhan, segera kuajak Rini dan Sesa sholat berjamaah. dalam diam kupanjatkan doa, dalam diam airmata berbicara. " Tuhan, engkaulah yg maha perkasa lagi maha bijaksana, tuhan, mudahkan jalan kita menyentuh cahayamu, hidupkan kembali setitik sinar yg menerangi hati ini. berilah ampun bagi kita dan bagi ibu bapak kita, serta bagi orang2 beriman pada masa berlakunya hitungan amal dan pembalasan nanti. ya Allah ya tuhanku, bantulah kami untuk mengingatmu, bersyukur kepadamu dan beribadat dgn baik kepadamu. sesungguhnya engkau maha mendengar lagi maha mengetahui"

AMIN ~

(LabaikAllahummaLabaik, labaika laasarikalakalabaik innal hamda wal nikmata laka wal mulk laa syarikalabaik)


Tsani isrotun -
santriwati pp.darul hijroh, buntet pesantren cirebon.

Senin, 30 Maret 2015

Dirimu Bagaikan Bintang

Kau adalah bintang, Bintang adalah kau..
Bintang diciptakan untuk menerangi gelapnya malam..
Bintang juga diciptakan bukan hanya satu, tapi dari sekian banyak bintang dilangit pada malam hari. Yang paling sempurna itu satu..
Dirimu juga begitu, perempuan diciptakan itu bukan hanya satu tapi banyak. Dati sekian banyak perempuan hanya satu yang sempurna, yaitu kamu..

Dirimu menerangi diriku pada saat hatiku sedang gelap, tapi setelah kehadiranmu gelap itu sudah berubah menjadi terang..

Sabtu, 21 Maret 2015

ADAB ZIARAH KUBUR

KATA PENGANTAR



Bismillaahirrahmaanirrahiim.
 Segala Puji bagi Allah Tuhan Yang Menguasai semua makhluk. Dan Sholawat salam semoga tetap kepada junjungan Nabi Muhammad saw., berserta keluarga dan para sahabatnya beliau.

  Amma ba'du, ; Ziarah kubur termasuk ahklaknya orang yang masih hidup di dunia terhadap yang mulai memasuki alam akherat. Kematian adalah pintu pertama memasuki alam akherat dan semua terputus kecuali tiga perkara ; (1) Anak sholeh, (2) Ilmu bermanfaat, dan (3) Shadaqoh jariyyah, dimana ziarah kubur termasuk realisasi dari anak yang shaleh atau ilmu yang bermanfaat. 

   Rasulullah saw, bersabda.
      "Barangsiapa yang berziarah kubur terhadap kedua orang tuanya atau salah satunya, maka seolah-olah ia menunaikan ibadah haji." (HR. Iman Bukhari).

Dan tidak ada cara yang terbai terhadap mereka yang meninggal kecuali mendo'akan dimanapun engkau berada.







TENTANG ZIARAH KUBUR


    Yang dimaksud dengan ziarah kubur ialah: menengok dimana seorang telah dikuburkan atau dimakamkan.
  Menurut agama Islam, ziarah kubur itu bukan hanya sekedar menengok kubur saja untuk sekedar tahu tempat kubur seseorang, namun ziarah kubur itu adalah mendo'akan pada seseorang yang dikuburkan disitu, dengan membaca bacaan ayat-ayat Al-Qur'an dan kalimat-kalimat Thoyyibah, misalnya ; membaca surat yaa siin, membaca Tahlil. tahmid, tasbih, sholawat dan lain sebagainya kemudian pahalanya dihadiahkan kepada kaum muslimin yang telah meninggal dunia, yakni para Wali, para Ulama para Guru dan para pemimpin masyarakat yan berjasa kepadanya.

  Kita sebagai umat manusia yang beriman dan merasa berhubung budi kepala beliau-beliau itu, sudah sewajarnya kita mendo'akannya agar mereka mendapat tempat yang layak di sisi Allah Subhaanahu Wa Ta'ala.

  Dengan demikian, maka jelaslah bahwa ziarah kubur itu merupakan amal perbuatan yang dianjurkan oleh syariat agama islam dan juga termasuk amal perbuatan yang terpuji.







A. HUKUM ZIARAH KUBUR


   Hukumnya berziarah kubur adalah ; Sunnah mu'akkad, sebab disamping mendo'akan seseorang yang dikuburannya, juga sekaligus bisa mengingatkan kepada mati, sehingga orang yang berziarah kubur tersebut bisa meningkatkan amal kebajikan dan bisa meningkatkan dalam berusaha menjauhkan diri dari segala macam perbuatan dosa, memperbanyak taubat. Disamping itu bisa zuhud terhadap kesenangan dunia, yakni tidak terlalu mementikan kemewahan hidup didunia.

   Rasulullah saw, bersabda :

" Kuntu nahaitukum'an ziyyarotil qubuurifazuufainnahaatuzahhiduddun-ya wa tudzakkirulaakhirot."

Artinya:
            "semula aku melarang kaum berziarah kubur, maka sekarang berziarahlah kamu ke kebur. Maka sesungguhnya ziarah kubur itu bisa mengurangi kesenangan dunia dan bisa meningkatkan (kehidupan) akherat."
    (DIRIWAYATKAN IBNU MAJAH DARI IBNU MAS'UD).

Jumat, 20 Maret 2015

Mengabdi Ke Kesultanan Demak Bintara

Gema kumandang adzan Zhuhur terdengar lantang dari masjid Agung atau Masjid Jami' Kesultanan Demak Bintara, Tak peduli atasan maupun bawahan, sultan atau rakyat biasa, jika mereka mengaku muslim, maka harus segera bergegas memenuhi suara panggilan adzan untuk menunaikan ibadah shalat fardhu secara berjamaah di Masjid Jami', yang telah dibangun oleh sultan Patah bersama para walisanga. Tak pelak, Sultan Trenggane alias Sultan Syah Alam Akbar 3 pun segera melangkahkan kakinya diikuti para pengawalnya menuju ke masjid Jami'. Begitu pula dengan para nakaya praja serta kaum muslimin rakyat Demak Bintara. Mereka berduyun-duyun hendak menunaikan ibadah Shalat Zhuhur berjamaah di Masjid Jami' yang dinamai oleh Sunan Kudus.


 Meski posisi semua hamba adalah sama disisi Gusti Allah Swt., tetapi bagaimanapun juga ketika Kanjeng Sultan Trenggane berjalan menuju masjid, semua orang membungkukkan  kepalanya sebagai penghormatan kepada Raja Demak. Setelah memasuki masjid pun, sang baginda dengan pengawalan ketat para pengawalnya langsung diberikan tempat shaf paling depan.


   Rupanya, diantara para jamaah shalat Zhuhur itu, ada seorang pemuda asing bernama jaka tingkir Sang pemuda berasal dari Desa Tingkir. Ia puntra angkat janda Ki Ageng Tingkir yang hendak mengadu nasib di Kesultanan Demak Bintara. Atas nasihat ibu angkatnya, si Jaka Tingkir diperintahkan untuk menemui uaknya, kiai Ganjur, yang bekerja di lingkungan Kesultanan Demak Bintara. Siapa tahu, melalui perantaraan kiai Ganjur, nasib jaka tingkir dapat berubah. Namun sayang, sudah beberapa hari tinggal di rumah Kiai Ganjur, Jaka Tingkir belum dihadapkan kepada Sultan Trenggane. Tak ayal, ia hanya mengisi waktunya di lingkungan Kesultanan Demak Bintara dengan santai. Selain shalat berjamaah di Masjid Jami', Jaka Tingkir kerap kali hanya duduk melamun di sekitar masjid.


  Takbir pun telah bergema. Sang Imam, sunan Kudus memimpin ibadah jamaah Shalat Zhuhur dengan Khusyuk. Para makmum pun berusaha manjalankan ibadah dengan khusyuk. Dalam menjalankan shalat.