Kamis, 16 April 2015

Secerah Harapan Ibu

krEeEtt..
terdengar decit pintu yg reot memekakan telinga dikesunyian pagi. udara dingin merayap memasuki celah jendela kamar mungil ini. Terlihat Sesa teman satu asramaku tengah beranjak kekamar mandi untuk melakukan kegiatan yang rutin ia lakukan tepat jam 4 setiap harinya.
Aku trbangun, sembari menunggu Sesa selesai mandi aku membereskan buku2 yg berserakan dilantai bekas belajarku semalam.
Namun tiba2 telingaku terusik, terdengar seperti suara tangis, lirih . Sepertinya asal suara itu dari luar kamar. benar saja, suara itu terdengar semakin keras saat aku keluar. Kupasang telingaku didaun pintu kamar Al.marjan -- tepat samping kamarku ar.roudloh-- seketika kubuka pintu kamar itu, aku tak bisa melihat suatu makhlukpun disana.
Dengan rasa penasaran,tanganku bergerilya mencari saklar tombol lampu.
"Rini kenapa?" tanyaku shok melihat saudara seasramaku terduduk disudut ruang kamarnya.
"gpp mbak" jawabnya terbata
"yg benar? Kok nangis? Cerita coba sama mbak" tawarku menenangkannya.
ia masih terisak.
tak lama ia pun berkata "sholawatan itu !"
ya tuhan, aku baru sadar sedari tadi suara yg berkumandang dari masjid bukan melantunkan ayat suci alquran melainkan sholawat nabi. Dan aku baru sadar itu artinya hari ini tanggal 28 september 2013 kloter pertama keberangkatan haji yg berpusat dimasjid agung Buntet pesantren tepat disamping asramaku.
ia bertutur, orangtuanya pernah meminta dan berharap meski dengan nada canda tetapi masuk dalam kalbu Rini.
"sekarang memang ibu dan bapak nggak bisa menuhin syarat untuk pergi kesana,insya allah ibu doakan semoga salah satu dari anak2 ibu bisa berangkatkan ibu dan bapak disuatu waktu nanti" begitu tutur ibu rini. ia terisak menceritakan semuanya. Anak dari 3 bersaudara itu mengaku ayahnya telah dijemput oleh sang kholik 2 th yg lalu. Kedua kakaknya putus sekolah lantaran ibu rini kualahan membiayai sekolah dan kebutuhan hidup mereka. rini merasa dialah satusatunya harapan mereka saat ini, meski ia bukan berasal dari keluarga berada.
ia kembali terisak. Lama ia menatapku. " beliau sudah mulai berusia, seandainya saya bisa mendaftarkan beliau sekarangpun, beliau akan diberangkatkan 20 th mendatang !! Gimana kalau menunggu saya sampai sukses? Harus berapa lamakah beliau menunggu ???!! tak bolehkah anak dari latar belakang keluarga seperti saya bermimpi dapat melihat rumah suci Allah,? bahkan semata bukan hanya untukku tapi untuk ibu !!!! " kali ini ia menangis tersedu. Aku memeluknya erat.

"astaghfirullah.. Sabar sayang, Allah tak memandang siapapun untuk dapat beribadah kepadanya. Jangan pernah berkata seperti itu, syukuri apa yang Allah berikan sekarang. Ingat firman Allah : "Niscaya jika kalian bersyukur (atas nikmatKu), maka akan Aku tambah (nikmat Ku), dan jika kalian kufur, sesungguhnya siksa Ku sangatlah pedih.(QS.Ibrahim: 7)" bersyukur dan terus bersyukur, yakinlah suatu saat kau akan meraihnya. ingat mantra kehidupan MAN JADDA WAJJADA jika kau rasa belum cukup, masih ada mantra KUNFAYAKUN ! percayalah" tuturku panjang lebar.

ia terlihat sedikit lega. Ku lepaskan dekapanku membiarkan dia mengelap pipinya yg basah. "nah gitu donk hapus airmatanya. Mulai sekarang Rini harus sungguh2 yah, belajar yang rajin biar sukses" aku tersenyum dan menyentil hidung merahnya.

mendengar kumandang adzhan, segera kuajak Rini dan Sesa sholat berjamaah. dalam diam kupanjatkan doa, dalam diam airmata berbicara. " Tuhan, engkaulah yg maha perkasa lagi maha bijaksana, tuhan, mudahkan jalan kita menyentuh cahayamu, hidupkan kembali setitik sinar yg menerangi hati ini. berilah ampun bagi kita dan bagi ibu bapak kita, serta bagi orang2 beriman pada masa berlakunya hitungan amal dan pembalasan nanti. ya Allah ya tuhanku, bantulah kami untuk mengingatmu, bersyukur kepadamu dan beribadat dgn baik kepadamu. sesungguhnya engkau maha mendengar lagi maha mengetahui"

AMIN ~

(LabaikAllahummaLabaik, labaika laasarikalakalabaik innal hamda wal nikmata laka wal mulk laa syarikalabaik)


Tsani isrotun -
santriwati pp.darul hijroh, buntet pesantren cirebon.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar